KARAKTERISTIK ANAK AUTISTIK

Standar

Karakteristik anak autistik menurut beberapa ahli sangat beragam sesuai dengan bidang garapannya, dan gejala yang sering dijumpai, menurut Yuwono (2009) dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar, adanya saling keterkaitan tiga gangguan pada anak autistic. Gambar di atas menunjukan adaanya saling keterkaitan antara ketiga aspek. Jika perilaku bermasalah maka dua aspek interaksi social dan komunikasi dan bahasa akan mengalami kesulitan dalam berkembang, begitupun sebaliknya. Implikasi terhadap penanganannya atas pemahaman ini adalah pemahaman yang bersifat intragrated (keterpaduan) karena sifat masalah anak autistic yang tidal dikotomis. Selanjutnya di bawah ini merupakan beberapa karakteristik anak autistik yaitu sebagai berikut : 1. Mengalami gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik. 2. Mengalami gangguan dalam komunikasi secara kualitatif. 3. Suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dari perilaku, minat dan kegiatan. 4. Mengalami gangguan emosi, perasaan dan afek. Anak autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang:

  1. Komunikasi:
  1. Perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada.
  2. Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara, atau pernah berbicara tapi kemudian sirna.
  3. Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya.
  4. Mengoceh tanpa arti berulang-ulang, dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain.
  5. Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi.
  6. Senang meniru atau membeo (echolalia).
  7. Bila senang meniru, dapat hafal betul kata-kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya.
  8. Sebagian dari anak ini tidak berbicara ( non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa.
  9. Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan, misalnya bila ingin meminta sesuatu.
  1. Interaksi sosial:
  1. Penyandang autistik lebih suka menyendiri dan asyik bermain dengan dirinya sendiri.
  2. Tidak ada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan tidak tertarik untuk bermain bersama teman.
  3. Jika dipanggil tidak menoleh
  4. Tidak ada empati dalam lingkungan sosial
  1. Perilaku:
    1. Dapat berperilaku berlebihan (hiperaktif) atau kekurangan (hipoaktif).
    2. Memperlihatkan perilaku stimulasi diri tak terarah seperti bergoyang-goyang, mengepakkan tangan seperti burung, berputar-putar, mendekatkan mata ke pesawat TV, lari/berjalan bolak balik, melakukan gerakan yang diulang-ulang.
    3. Tidak suka pada perubahan.
    4. Cuek terhadap lingkungan
    5. Rigid routines, cenderung mengikuti pola dan urutan tertentu yang menunjukan ketidak siapan atas perubahan tersebut.
    6. Tantrum, dengan adanya ketidakpuasan pemenuhan kebutuhannya yangmengakibatkan merengek/ mengamuk dan menyakiti dirinya sendiri.
    7. Obsessive-compulsive behavior
    8. Terpukau terhadap benda yang berputar dan bergerak.

Yuwono, Joko. (2009). Memahami Anak Autistik. Alfabeta:Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s