Pendapat Dr. Montesori Tentang Program Pembelajaran

Standar

Program pembelajaran individual pada anak tunagrahita pada dasarnya ingin memberikan pengalaman belajar kepada mereka sesuai dngan masalah dan kebutuhan masing-masing individu. Melalui proses PPI ini diharapkan anak tunagrahita akan dibejarkan secara optimal sesuai dengan karakteristik dan kapasitas perkembangan mentalnya

  1. Mengembangkan keterampilan Kognitif
  1. Mengembangkan keterampilan berbahasa.

-         Mengembangkan tata bunyi (huruf atau kata)

-         Mengembangkan kosa kata

-         Mengembangkan struktur kalimat yang mencakup jumlah kata dalam kalimat (max banyak 3 kata dalam kalimatnya)

-         Mengguanakan keterampilan menyimak baik dalam kontek pembicaran maupun dalam memahami isi bacaan.

  1. Mengembangkan keterampilan persepsi

-         keterampilan mengelompokan objek berdasarkan atribut tertentu (warna, bentuk, ukuran, ras, bau suara, dll)

-         Ketermpailan membedakan objek Berdasakan atribut tertentu(warna, bentuk, ukuran, ras, bau suara, dll)

  1. Mengembangkan perhatian dan konsentrasi

-         memberkan hadiah manakala anak berhasil dalam melaksanakan tugas.

-         Tingkatkan secara perlahan-lahan, kesulitan atas tugas yang harus dilakukan

-         Mempertahankan lamanya durasi dalam pemusatan perhatian.

  1. Mengembangkan memori

-         menatalingkungan anak tuna grahita dengan membatasi stimulus yang  tidak         diperlukan.hal ini di maksud kan ngnrmereka dapat memfokuskan diri pada stimulus yang relevan

-         proses belajar hendaknya dilakukan secara berulang-ulang

-         proses belajar dimulai dari tugas-tugas yang sangat sederhana dan berlanjut menuju tugas-tugas yang lebih sukar

  1. Mengembangkan keterampilan motorik
    1. Kebutuhan untuk mengembangkan motorik kasar

-         Kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh pada satu titik dengan dua kaki, satu kaki, berjalan di atas papan titian warna sambil merentangkan kedua tangan

-         Melakukan berbagai gerakan jikat, lompat dan loncat

-         Melakukan gerak secara dinamis (berjalan, jongkok, lari, lompat dalam satu aktifitas)

-         Menangkap dan melempar bola dalam berbagai arah dan posisi

    1. Kebutuhan untuk mengembangkan motorik halus

-         perkembangan keterampilan koordinasi antara sensoris dan motoris seperti dalam menulis, mengancingkan baju menalikan sepatu, gosok gigi dll.

-         Koordinasi antara gerak kasar dan gerak halus, seperti gterakan ketika makan.

-

    1. Kebutuhan untuk mengembangkan prilaku adaftip

-         memerlukan banyak situasi riil pada anak dengan jalan banyak memri kesempatan untuk mengenal berbagai situasi/  banyak orang

-         memberi pluang  lebih besar pada nak tunagrahita untuk menc oba melakukan sesuatu pekerjaan yang bersifat prkatis, misalnya ; membiasakan anak membuka pakaian sekolah

-         bermakna dan fungsional mempunyai arti bahwa aa yang diajarkan kepada mereka benar-bnar memilii arti dalam kehidupan nyata sehari hari misalnya dalam hal pengajaran bahasa anak tuna grahita memerlukan keterampilan berbahasa, mendengarkan berbicara dan menulis

Metode yang dipakai : Metode auto educational

Program pendidikan  : Individual education program (IEP)/ PPI

Teknis Pembelajaran :

-   Pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan anak

-   Isi pembelajaran melihat dan disusun sesuai dengan kadaan      lingkungan anak.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s