ASESMEN

Standar
  1. 1. Pengertian Asesmen

Istilah asesmen berasal dari Bahasa Inggris yaitu assesment yang berarti penilaian suatu keadaan.Jadi asesmen anak tunagrahita adalah penilain kemampuan anak tunagrahita. Penilaian yang di maksud dalam hal ini berbeda dengan evaluasi.Jika evaluasi dilaksanakan setelah anak itu belajar dan bertujuan untuk menilai keberhasilan anak dalam mengikuti pelajaran,akan tetapi pada asesmen tidak demikian,dalam asesmen penilaian dilakukan pada saat anak belum diberikan pelajaran atau setelah dari hasil deteksi di temukan bahwa ia diperkirakan tunagrahita,dan atau sementara belajar untuk program selanjutnya.asesmen bukan pula tes,akan tetapi tes merupakan bagian dari asesmen.sejalan dengan itu,Mulliken dan Buckely(1983) mendefinisikan asesmen sebagai berikut:

“Assesment refers to the gathering of relevan information to help an individual make            decisions.asessment in educational setting is a multipaceted process that involves for more than the administration of a test”

Dari uraian tersebut maka jelaslah bahwa asesmen merupakan usaha untuk menghimpun informasi yang relevan guna memahami atau menentukan keadaan individu.

  1. 2. Tujuan Asesmen

Tujuan dilakukan asesmen berkaitan erat dengan waktu mengadakannya. Berikut ini akan

Diuraikan mengenai waktu pelaksanaan asesmen.

a. Asesmen yang dilakukan setelah deteksi

Kegiatan asesmen ini dilaksanakan setelah anak tunagrahita ditemukan.dengan demikian

Tujuan asesmen ini adalah:

1)  Untuk menyaring kemampuan anak tunagrahita

Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan anak dalam setiap aspek.Misalnya,Bagaimana kemampuan bahasanya,kemampuan kognitipnya,kemampuan gerak,dan kemampuan penyesuaian dirinya.

2)  Untuk keperluan pengklasifikasian,penempatan,dan penetuan program pendidikan anak  tunagrahita setelah diadakan penyaringan maka dapat diperkirakan apakah anak tersebut termasuk kedalam kategori tunagrahita ringan,sedang,atau berat.pengambilan kesimpulan dan penetapan sudah tentu harus didukung oleh data yang jelas.pengklasifikasian ini kaitannya dengan usaha penempatan.sebab perbedaan kemampuan anak tunagrahita amat berbeda.

3). Untuk menentukan arah dan kebutuhan pendidikan anak tunagrahita.Arah atau tujuan anak tunagrahita pada adasarnya sama dengan tujuan pendidikan pada umumnya hanya saja mengingat kemampuan anak tunagrahita yang terbatas,maka perlu dirumuskan tujuan khusus yang disesuaikan dengan tingkat ketunagrahitaannya.dengan demikian keluasan dan kedalaman tujuan pendidikan bagi mereka sangat erat kaitannya dengan tingkat ketunagrahitaan.maka perumusan tujuan untuk masing-masing tingkat ketunagrahitaan sangat diperlukan karena merupakan dasar pendangan atau acuan untuk menentukan arah ataupun program pendidikannya.

4)  Untuk mengembangkan program pendidikan yang diindividualisasakan atau biasa juga disebut IEP (Individualized Educational Program).dengan data yang diperoleh sebagai hasil asesmen dapatlah diketahui kemampuan dan ketidak mampuan anak tunagrahita.kemampuan-kemampuan itu menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan berikutnya.akibat dari pengembangan program yang didasarkan pada hasil asesmen,maka munculah rumusan program yang disesuiakan dengan kemampuan setiap anak.

5) Untuk menentukan strategi,lingkungan belajar,dan evaluasi pengajaran.sama halnya dengan IEP bahwa dengan melihat hasil asesmen dapat ditentukan model strategi,lingkungan belajar,evaluasi maupun tindak lanjut pengajaran.seperti contoh:

a. Strategi pengajaran

Strategi pengajaran klasikal kurang sesuai bila diterapkan pada anak tunagrahita,terutama jika mengajarkan bidang-bidang yang membutuhkan konsentrasi atau pembahasan tentang konsep-konsep.

b. Lingkungan belajar

Pengaturan lingkungan belajar baik berupa lingkungan fisik maupun lingkungan suasana harus disesuaikan dengan keadaan tunagrahita.Lingkungan fisik seperti pengaturan meja dan kursi,lemari,papan tulis maupun gambar-gambar.dan lingkungan suasana seperti:Peraturan-peraturan,suara guru dalam mengajar,situasi lingkungan dan sebagainya.

c. Evaluasi

Pelaksanaan evaluasi tentu harus dirumuskan sesuai dengan tingkat ketunagrahitaan anak.Pada anak tunagrahita ringan pada umumnya dapat dihadapkan pada bentuk soal tertulis dan lisan,sedangkan pada anank tunagrahita sedang atau berat sebaiknya evaluasi diberikan dalam bentuk perbuatan.

b. Asesmen pada saat dan setelah diberikan pelajaran

Asesmen yang dilaksanakan pada saat dan setelah anak tunagrahita diberi pelajaran diperlukan untuk maksud merencanakan program selanjutnya.

Adapun tujuan asesmen ini adalah :

1)      Agar guru mendapat informasi tentang keberhasilan dan kegagalan mengajar serta kemajuan dan kesulitan belajar siswa.

2)      Agar guru dapat memilih dan menentukan program,evaluasi, dan strategi belajar mengajar,setra pengaturan lingkungan belajar.

3)      Agar guru dapat melakukan diagnosis,melaksanakan remididl teaching,dan memberikan tindak lanjut pelajaran.

3. Ruang lingkup asesmen

Dengan memperhatikan tujuan asesmen sebagaimana diuraikan diatas,maka ruang lingkup asesmen dapat dikelompokan sebagai berikut:

  1. a. ruang lingkup asesmen yang diberikan sebelum anak mengikuti pelajaran

1)      Kemampuan menolong diri,meliputi: makan-minum,berpakaian dan merias diri,menjaga kebersiahan diri,keselamatan diri dan orientasi lingkungan.

2)      Kemampuan psikomotor,meliputi :gerak motorik kasar- halus,membangun bentuk,melipat,menggunting,menggambar dan menempel

3)      Perkembangan social-emusional,meliputi:bereaksi terhadap rangsangan dari luar,menyesuaikan diri pada situasi,bermain bersama,partisipasi dalam kegiatan,melaksanakan perintah,sikap percaya diri.

4)      Perkembangan bahasa,meliputi: bicara,pembendaharaan kata,menulis,menggambar.

5)      Perkembangan kognitif,meliputi:pengertian tentang ukuran,jumlah,bentuk; inisiatif,melaksanakan perintah,orientasi ruang dan sebagainya.

  1. b. Ruang lingkup pada saat anak tel;ah belajar dikelas

Setelah anak tunagrahita mengikuti pelajaran,ruang lingkup asesmen meliputi penilaian

Untuk menetukan apa yang harus diajarkan kepada siswasecara individu dan penilaian untuk menentukan cara guru dalam mengajar siswa untuk mencapai kemajuan yang optimal.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s